SP Palembang memperjuangkan Ruang Kelola Perempuan

Palembang-Spora, Hingga pertengahan Tahun 2016, persoalan konflik agraria di Sumatera Selatan belum mampu diselesaikan. Masifnya perampasan lahan yang dilakukan oleh Negara dan perusahaan yang berujung pada konflik agraria, berdampak pada hilangnya  akses dan kontrol masyarakat terutama perempuan terhadap lahan produktif sebagai sumber kehidupannya.  Akibatnya wilayah kelola  perempuan semakin hilang.  Menurut Ida Ruri Sukmawati, Ketua Solidaritas Perempuan Palembang,  hilangnya ruang kelola perempuan yang berdampak pada semakin terpinggirkannya perempuan dari akses dan kontrol atas sumber kehidupan, yang akhirnya beban perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga semakin tinggi dan hilanganya kedaulatan atas pangan. Read More »

Menyuarakan Revolusi Iklim dari Menara Eiffel

Paris-Spora, Sekitar 15 000 orang berkumpul di Champ de Mars di bawah Menara Eiffel, membentuk banyak rantai manusia di jalan-jalan dan di taman kota dalam aksi menuntut keadilan iklim pada 12 Desember 2015, mengahiri perhelatan besar COP 21 di Paris yang berlangsung sejak 30 Nopember 2015. Aksi yang digerakkan oleh Koalisi Iklim 21 yang merupakan gabungan dari 130 organisasi masyarakat sipil dan kelompok Greens ini menyuarakan gerakan global terpadu melawan perubahan iklim.  Ade Indriani Zuchri, General Secretary  Serikat Hijau Indonesia (SHI)  hadir dalam aksi tersebut dan melihat COP 21 sebagai pertarungan diskursus iklim antara kepentingan sektor bisnis dan kepentingan masyarakat. Untuk itu keseriusan Negara-negara peserta COP 21  untuk berpihak pada kepentingan masyarakat harus terus di uji.

Lebih lanjut Ade mengatakan, kesepakatan Paris bukan produk yang sempurna untuk mengakomodir semuà kepentingan. Kesepakatan ini mengakomodir kebutuhan semua negara dalam posisi kerja di atas batas-batas negara dengan segala konsekuensi atas perubahan iklim bagi kemanusiaan.  Negara harus hadir di tengah dampak perubahan iklim terutama pada kelompok rentan seperti masyarakat miskin, petani dan nelayan, termasuk didalamnya perempuan dan generasi anak, masyarakat adat,  serta para pengungsi akibat iklim. Negara seharusnya tidak memberikan batas tolerasnsi terhadap sektor yang secara khsusus berkontribusi pada kerusakan ruang kelola masyarakat. Read More »

25 Tahun SP Bangkitkan Semangat Perempuan Pemimpin

25 tahun Solidaritas Perempuan

Palembang-Spora, Solidaritas Perempuan (SP) Palembang memperingati hari ulang tahun yang ke 25 secara nasional, Kamis, 10 Desember 2015 di Gedung Pertemuan KNPI Sumatera Selatan.  Menurut Ida Ruri Sukmawati, Ketua SP Palembang, peringatan ini dilakukan serentak di 14 komunitas SP di seluruh Indonesia. Tema ultah kali ini adalah “Bergerak bersama memimpin gerakan, mewujudkan kedaulatan perempuan”, kata Ida di sela kemeriahan acara yang dihadiri sekitar 150 perempuan-perempuan dari berbagai desa di Sumatera Selatan seperti Desa Seribandung dan Desa Betung yang berkonflik dengan PTPN 7 Pabrik Gula Cinta Manis. Read More »

Kalidoni, dari Hutan Pinus di Skotlandia ke Rawa Gambut

Oleh Taufik Wijaya
SALAH satu nama kampung di Palembang, yang dinilai banyak sejarawan di Palembang tidak berkarakter penamaan kampung etnis melayu; umumnya nama kampung etnis melayu diambil dari hal yang menonjol di alam atau lingkungan wilayah kampung tersebut, yakni kampung Kalidoni. Dari sebuah nama kampung, kini Kalidoni menjadi nama kelurahan dan kecamatan. Dan, saya beruntung menetap di kampung Kalidoni.
Kalidoni sangat penting di Palembang. Sebab di kampung Kalidoni berada sebuah perusahaan pupuk, yang pernah menjadi pabrik pupuk terbesar di Asia Tenggara, yakni PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Tidak heran, sebagian besar karyawan perusahaan tersebut menetap di Kalidoni. Read More »

Desiminasi Policy Brief Studi Konflik Agraria di MUBA

Palembang- Spora,  Studi Dinamika Konflik Agraria di Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) telah menhasilkan sebuah rumusan kebijakan (Policy Brief). Tim studi Spora telah mendesiminasikan Policy Brief ini dengan berbagai cara yaitu: bertemu langsung dengan pimpinan dinas-dinas terkait di Kabupaten MUBA, LSM yang bergerak pada Advokasi Tata Kelola Hutan dan Lahan, dan melalui media briefing.

Tujuan dari desiminasi ini adalah untuk memperluas dan mendorong dinas  yang terkait pada tata kelola hutan dan lahan  di Kabupaten MUBA agar rekomendasi studi dapat menjadi sebuah kebijakan.  Selain ini memperkuat dukungan kepada LSM yang sedang melakukan advokasi Tata Kelola Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan, hhusunya di Kabupaten MUBA. Read More »

Workshop Penyempurnaan Policy Brief Penanganan Konflik Agraria Di Kabupaten MUBA

Workshop Policy Brief

Palembang-Spora, Di Sumatera Selatan, Musi Banyuasin termasuk daerah yang memiliki jumlah konflik agraria tinggi. Tingginya konflik agraria tersebut tidak diimbangi kemampuan yang baik dari Pemerintah Daerah Muba untuk mencegah, menangani, dan menyelesaikannya. Akibatnya konflik lama tidak banyak yang terselesaikan dan konflik baru terus bermunculan. Apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah yang serius melalui kebijakan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, besar kemungkinan konflik agraria di Muba akan semakin mengkhawatirkan. Read More »

Konferensi Nasional Tata Kelola Hutan dan Lahan

Jakarta-Spora, Konferensi Nasional Tata Kelola Hutan dan Lahan dengan tema memperkuat gerakan sosial dalam rangka akselerasi tata kelola hutan dan lahan yang diselenggarakan di Jakarta 17-20 Desember 2013 bertujuan untuk (1)Menyampaikan temuan hasil studi tentang tata kelola hutan dan lahan kepada publik dan pemangku kepentingan, (2) Menyampaikan rekomendasi hasil studi kepada pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan pemerintah daerah , (3) Merumuskan strategi yang efektif bagi masyarakat sipil untuk mengambil bagian dalam akselerasi tata kelola hutan dan lahan. Read More »

FGD: Dinamika Lokal Konflik Agraria dan Kebijakan Penyelesaiannya

Sekayu-Spora, Focus Group Discussion (FGD) Dinamika Lokal Konflik Agraria dan Kebijakan Penyelesaiannya yang dilakukan oleh Yayasan Spora di Kota Sekayu pada Tanggal 15 Nopember 2013 menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain perlu dibentuk Lembaga Penyelesaian Konflik Agraria di Tingkat Kabupaten MUBA, yang didalamnya terdiri terdiri dari pihak Pemerintah, LSM, Akademisi, Kepolisian, dan BPN, serta pihak-pihak pemangku kepentingan lainnya.

Lembaga ini mendesak dibentuk karena konflik Agraria saat ini semakin banyak bermunculan, sementara konflik-konflik lama belum ada yang diselesaikan secara tuntas. Prof. Afrizal dari universitas Andalas yang hadir pada kegiatan tersebut mendorong lembaga penyelesaian tersebut dibentuk secara formal melaui peraturan daerah (Perda) atau SK Bupati yang mempunyai kewenangan yang jelas dan kuat dalam mendorong penyelesaian konflik agraria. Read More »

Seminar Nasional Hortikultura, Pemerintah Tidak Memperhatikan Petani Kecil

Seminar Nasional Hortikultura 2013

Palembang-Spora, Kegelisahan bangsa ini menghadapi produk-produk impor pertanian, termasuk hortikultura masih belum reda.  Pemerintah saling melempar tanggung jawab.  Bahkan terkesan tidak ada masalah besar atas runtuhnya bangsa ini karena tidak mampu berdaulat atas pangan.  Suasana ini nampak jelas tergambar pada Seminar Nasional Hortikultura yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (Ikaperta) Unsri dalam rangka Lustrum ke – 10 dan HUT ke-50 Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya hari ini (17/10) di Aula DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Read More »

Studi UNDP Di Sumsel: Penurunan Konflik Kehutanan Mendesak Dilakukan

Anwar Sadat sedang memberi sambutan

Palembang-Spora, Penurunan jumlah konflik kehutanan merupakan salah satu rekomendasi penting yang dihasilkan dari hasil studi UNDP di Sumatera Selatan.  Hal ini terungkap dari kegiatan Discussion and Result Assesment Forest Governance, Land and REDD+ 2012 antara UNDP, Dinas Kehutanan Sumsel dan organisasi masyarakat sipil atau LSM di Novotel Palembang (10/10). Acara ini dibuka oleh Direktur Walhi Sumsel, Anwar Sadat  dan dihadiri oleh sekitar 30 perserta antara lain perwakilan dari Sarekat Hijau Indonesia (SHI), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Perserikatan OWA, Majelis LSM Sumsel dan Yayasan Spora, serta wartawan dari berbagai media. Read More »